Cara mengolah emas dengan metode Tong
- Matrial Emas: Mengandung emas yang akan diekstraksi.
- Sianida: Biasanya dalam bentuk natrium sianida (NaCN) atau kalsium sianida (Ca(CN)2).
- Air: Untuk melarutkan sianida dan menciptakan larutan pelindian.
- Reagen Tambahan: Seperti oksigen atau hidrogen peroksida untuk membantu proses oksidasi.
Peralatan:
- Tong atau Tangki Pelindian: Wadah besar yang tahan terhadap bahan kimia.
- Sistem Aerasi: Untuk memastikan adanya oksigen yang cukup dalam larutan.
- Pompa dan Pipa: Untuk sirkulasi dan pencampuran larutan.
- Peralatan Filtrasi: Untuk memisahkan larutan emas dari residu bijih.
- Peralatan Keselamatan: Alat pelindung diri (APD), sistem penanganan tumpahan, dan sistem deteksi kebocoran.
2. Tahapan Proses Pengolahan Emas dengan Sistem Tong
a.
Persiapan matrial
Matrial emas dihancurkan dan digiling menjadi partikel-partikel kecil untuk meningkatkan luas permukaan kontak dengan larutan sianida. Ukuran partikel yang ideal biasanya berkisar antara 100 hingga 200 mesh.
b. Pembentukan Larutan Sianida
Larutan sianida dibuat dengan melarutkan NaCN atau Ca(CN)2 dalam air. Konsentrasi larutan biasanya antara 0,01% hingga 0,05% CN, tergantung pada kadar emas dalam bijih.
c. Pelindian dalam Tong
Bijih yang telah digiling dimasukkan ke dalam tong, kemudian larutan sianida ditambahkan. Proses pelindian berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Selama proses ini, larutan diaduk dan diaerasi untuk memastikan penyebaran sianida dan oksigen yang merata.
d. Pemisahan Larutan
Setelah proses pelindian selesai, larutan yang mengandung emas dipisahkan dari residu matrial. Ini dapat dilakukan dengan cara penyaringan atau pengendapan.
e. Pemurnian Emas
Emas dalam larutan kaya diendapkan menggunakan agen pereduksi seperti seng atau karbon aktif. Emas yang diendapkan kemudian dimurnikan melalui proses elektrolisis atau peleburan.
3. Keselamatan dan Dampak Lingkungan
Penggunaan sianida dalam pengolahan emas memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan dan lingkungan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:
· Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri):
Pastikan
semua pekerja menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, termasuk sarung
tangan, masker, dan kacamata pelindung.
· Pengelolaan Limbah:
Limbah sianida harus diolah sebelum
dibuang untuk mengurangi dampak lingkungan. Ini bisa dilakukan melalui proses
netralisasi menggunakan bahan kimia tertentu.
· Sistem Penanganan Tumpahan:
Sediakan sistem penanganan tumpahan
yang efektif untuk mengatasi kebocoran atau tumpahan sianida.
· Pelatihan
Keselamatan:
Berikan pelatihan keselamatan kepada semua pekerja tentang cara menangani sianida dan prosedur darurat.
Ikuti lebih lanjut sosial media kami untuk lebih banyak mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pertambangan emas di bawah ini:


Komentar
Posting Komentar